Friday, 4 January 2013

Tata Nano Model 2014 Memiliki Mesin Lebih Besar

Tata Nano
File foto: Tata Nano

Mesin Tata Nano terbaru berkapasitas 800 cc

Produsen mobil asal India Tata Motors berencana memperbarui Nano untuk model tahun 2014 dengan kapasitas mesin lebih besar. Tata Motors belum mengeluarkan informasi resmi tapi rumor menyebut model itu akan memiliki kapasitas mesin bensin lebih besar 0,8 liter atau 800 cc. Model itu diprediksi hadir tahu depan dan menjadi model termurah di pasar lokal yang siap bertarung dengan Maruti Alto atau Eon Hyundai, demikian inautonews, Jumat.

Model Tata Nano saat ini berkapasitas 624 cc dan menyasar pasar entry-level dan sebagai pengingat, model Tata Nano 2012 menggunakan mesin 624 cc yang menghasilkan tenaga puncak 38 hp dengan jarak tempuh lebih jauh 25,4 km/liter. Model itu memiliki tiga pilihan warna eksterior, ban tubeless, cermin di sisi ujung, lampu depan yang lebih terang jelas, rem yang pakem dibantu suspensi depan dengan anti-guling untuk entry level.

Untuk model CX memiliki enam warna dan AC dengan pemanasan (opsional). Untuk LX memiliki soket 12V, power window, kunci sentral, lampu kabut, spoiler belakang.

otomotif.antaranews.com

Tanda-tanda Aki Mobil Sudah Soak

Accu / Aki Mobil
Gejala Aki Mobil Soak

Seperti komponen mobil lainnya, aki juga memiliki masa kerja. Menurut Atek, punggawa Galeri Alternator, aki (sesuai jenisnya, ada basah dan kering) bisa bertahan antara 1,5 dan 2 tahun. Setelah itu biasanya aki tak lagi bisa menyimpan listrik. Ada beberapa tanda aki mulai soak atau lemah, seperti dituturkan Atek di bawah ini.

Perhatikan fisik aki, jika menggembung tanda adanya elemen sel yang rusak karena air aki habis atau sudah sampai usia / masa batas pakai. Bisa juga dikarenakan meningkatnya gas hidrogen akibat pengisian listrik yang berlebihan. Sebisa mungkin jangan menunda penggantian untuk menghindari aki meledak.

Tanda lain, mesin terasa pincang atau ndut-ndutan (untuk mesin injeksi) seperti kerusakan pada pengapian. Untuk mengetahui aki yang rusak, arahkan mobil ke dinding dan nyalakan lampu. Jika cahayanya redup, berarti kondisi aki sudah tidak bagus. Lainnya, mesin tak bisa dihidupkan, apalagi jika mobil sudah menginap lebih dari satu hari. Hal ini dikarenakan aki tak menyimpan listrik sehingga tidak memiliki kemampuan untuk memutar dinamo starter.

Atek berpendapat, indikator yang biasanya terdapat di aki tidak bisa dijadikan tolok ukur yang akurat. "Warna indikator tersebut belum tentu mewakili kondisi keenam sel. Biasanya indikator tersebut merupakan visualisasi kondisi sel tertentu," ujarnya. Dia menambahkan, jika sudah soak, maka aki tidak bisa disetrum ulang karena sel sudah tidak bisa dipakai lagi.

Adapun munculnya kerak putih pada kepala aki bukan indikasi soak. Kondisi tersebut merupakan akibat penguapan berlebihan yang menyusup lewat kutub terminal. Untuk menghilangkannya cukup disiram dengan air panas atau disikat dengan sikat kawat. Lakukan pengecekan berkala air aki jika sering muncul kerak.

otomotif.kompas.com

Thursday, 3 January 2013

Toyota GT86 GRMN Sports FR Concept

Toyota GT86 GRMN Sports FR Concept
File foto: Toyota GT86 GRMN Sports FR Concept

Sosok Toyota 86 untuk Tokyo Auto Salon

Gazoo Racing merilis foto pancingan Toyota 86 yang akan dipamerkan di Tokyo Auto Salon pertengahan Januari ini. dengan nama GRMN Sports FR Concept Platinum, pengembangan dari versi sebelumnya. Perbedaannya, lubang angin pada kap mesin (air scoop) dan sayap belakang. Berdasarkan foto, lampu depan menggunakan LED dan aerokit yang dirancang dengan gaya balap. Modifikasi membuat dimensi berubah, panjang menjadi 4.350 mm, lebar 1.850 mm dan tinggi 1.250 mm (standar: 4.240 mm/1.775 mm/1.285 mm). Bobot berkurang 18 kg atau menjadi 1.280 kg.

Interior dipasang roll cage yang dibentuk sesuai lekuk ruang kabin. Terus jok sporti dibalut dengan kulit, disertai pula dengan sabuk keselamatan 4 titik.

Untuk memperkuat kesan balap, mesin dioprek dan dipasangi dengan supercharger. Hasilnya, tenaga naik menjadi 330 PS dan torsi 431 Nm (standar 200 PS dan 205 Nm). Pemindah tenaga tetap memakai transmisi manual 6 percepatan disertai dengan limited-slip differential. Tujuannya, agar tenaga yang disalurkan ke roda belakang bisa optimal.

Untuk mendapatkan daya cengkram yang mantap, dipasang pelek model palang jari-jari 18 inci dengan lebar ban berbeda: depan 245/40 dan belakang 265/35 belakang.

otomotif.kompas.com

Resiko Mengenakan Jas Hujan Ponco Saat Mengendarai Sepeda Motor

Jas Hujan Ponco
Maut Mengintai Bikers Pengguna Jas Hujan Ponco

Dalam aturan lalu lintas memang tidak ada larangan menggunakan jas hujan model ponco bagi para biker. Namun sebaiknya berpikir dua kali untuk menggunakannya karena jas hujan ini memang bukan diciptakan untuk digunakan saat berkendara sepeda motor.

Kami sengaja kembali mengingatkan himbauan singkat yang di kirimkan secara berantai melalui Yahoo Messenger pada 2008 silam yang telah kami sunting:
"...teman saya hari ini telah meninggalkan rekan2 kerja, istri dan 2 anak yang masih usia 2 tahun dan 8 bulan serta cita-citanya untuk mencari kehidupan yang lebih baik lagi bersama keluarga tercinta. Yang bersangkutan mengalami kecelakaan individual di daerah Rawamangun pada pukul 6 pagi. Jas hujan yang dipakainya tersangkut di putaran rantai ban belakang motor bebek yang ia kendarai. Ia tertarik ke belakang dan jatuh dengan leher patah..."

Jas hujan jenis ponco memang sangat digemari berkat penggunaannya yang sangat praktis. Namun ini bukan alasan jika Anda masih menghargai keselamatan jiwa. Seorang rekan pernah berkelit. Ia kebetulan sangat menyukai kepraktisan jas hujan ponco dibandingkan jas hujan konvensional dengan mantel dan celana. Ia beralasan jas hujan ponconya dilengkapi dengan kancing di bagian tepi sehingga ujung bagian belakang tidak bisa mencapai gir roda belakang. Rekan lain menimpali. Ia dengan bangga tetap aman menggunakan jas hujan ponco karena kebetulan ia menggunakan skuter otomatik alias skutik yang tidak memiliki rantai terbuka di bagian ban belakang.

Sampai titik ini, mereka berdua benar untuk sementara waktu. Tetapi mereka juga lupa lupa kalau ponco yang juga kerap disebut sebagai 'jas hujan Batman' ini masih memiliki potensi bahaya lainnya. Sifat jas hujan ponco yang cenderung berkibar liar saat sepeda motor dilarikan kencang membuat kemungkinan tersangkut dengan kendaraan lain seperti kaca spion mobil, atau stang pengendara motor lainnya semakin besar. Jika tersangkut dengan sesama sepeda motor akibatnya memang hanya tiga. Anda yang jatuh. Dia yang jatuh. Atau kalian berdua yang jatuh akibat kehilangan kendali. Setelah jatuh, akibatnya bisa bermacam-macam. Yang pasti Anda tidak menginginkan hal itu.

Selain itu, bentuk fisik jas hujan ponco yang cenderung 'lebar' bak layar akan membuat hambatan angin semakin besar dan membebani mesin sehingga bensin cenderung lebih boros. Mungkin Anda tidak terlalu peduli dengan hal itu, tapi bagaimana jika tiba-tiba ada angin kencang yang mmbuat Anda hilang keseimbangan?

Instruktur safety riding profesional Joel Deksa Mastana dalam sebuah acara pelatihan berkendara aman mengatakan bahwa sebaiknya pengguna sepeda motor menggunakan pakaian yang pas dan melekat dengan tubuh sehingga tidak mengganggu kegiatan dan konsentrasi berkendara. Itulah salah satu alasannya mengapa para pembalap motor profesional menggunakan pakaian yang ketat.

Tidak bisa disangkal kalau jas hujan konvensional yang dilengkapi dengan mantel dan celana cukup merepotkan. Belum lagi efek 'gerah' akibat sirkulasi udara yang mengalir tidak sebebas jas hujan ponco. Pertanyaannya, apakah Anda rela menukar keselamatan jiwa Anda dengan sebuah kepraktisan?

www.mediaindonesia.com

Wednesday, 2 January 2013

Bentley Continental GT Speed Convertible, 325 Km/Jam, Sedan Konvertibel Tercepat Di Dunia

Bentley Continental GT Speed Convertible
File foto: Bentley Continental GT Speed Convertible

Ini Sedan Konvertibel Tercepat

Sebelum resmi meluncur pada Detroit Auto Show 2013, Bentley menyebar rilis dan foto resmi Continental GT Speed Convertible (atap terbuka) untuk memberikan gambaran detailnya. Disebutkan, mobil mewah yang dalam foto dilabur kelir ungu itu akan menjadi kendaraan empat tempat duduk beratap terbuka paling cepat di dunia. Mobil ini sanggup melesat hingga 325 km per jam, melaju dari diam menuju 100 km per jam cuma 4,4 detik! Performa itu diperoleh dari suplai tenaga mesin W12 6.000cc 48 katup twin-turbo yang sanggup memuntahkan tenaga maksimal 625 PS pada 6.000 rpm dan torsinya 800 Nm yang dicapai pada range 2.000-5000 rpm. Data itu menjanjikan tenaga yang bisa dicapai setiap saat.

Tenaga yang besar itu disalurkan melalui transmisi otomatik delapan percepatan yang sanggup memindah gigi sesuai kebutuhan dengan respon mengesankan. "Block Shifting" yang cepat (misalnya dari gigi 8 ke gigi 4) membuat pengendara dengan mudah merasakan engine brake untuk meningkatkan keamanan. Transmisi cerdas itu ternyata mampu memperkecil emisi gas buang sebesar 15 persen dibandingkan dengan Continental GT Speed model sebelumnya, menjadi 347 gram per km. Konsumsi bahan bakar juga semakin baik, dengan performa dahsyat itu cuma minum 1 liter bensin untuk jarak 6,71 km.

Dari sisi penampilan, bagian depan mendapat penyempurnaan dengan model gril dan kisi-kisi udara pada bemper, dilabur warna krom gelap. Pipa gas buang elips besar, pelek sporty 21 inci bisa dipilih dua warna, silver atau krom gelap. Interior lebih mewah, dengan nuansa dashboard Bentley yang pernah memenangkan balapan LeMans pada 1920 silam. Software pada system hiburan dan panel sudah diperbaiki, sanggup memainkan musik 15 GB dalam berbagai mode. Pengeras suara Flat panel Balanced Mode Radiator (BMR) mengombinasikan fungsi tweeter dan midrange menjadi satu.

Spesifikasi Bentley Continental GT Speed Convertible

GT Speed Convertible GT Speed
Engine
Type 6-litre twin-turbocharged W12
Max Power 616 bhp / 460 kW / 625 PS @6000 rpm
Max Torque 800 Nm / 590 lb.ft @ 2000 rpm
Transmission
Type ZF 8-speed automatic with Quickshift, Block Shifting and wheel-mounted paddleshift
Driveline Continuous all-wheel drive (40:60 rear bias)
Ratios 1st : 4.71; 2nd: 3.14; 3rd: 2.1; 4th: 1.67; 5th: 1.29; 6th: 1.00; 7th: 0.839; 8th: 0.667
Final Drive 2.85
Brakes
Front 405mm ventilated discs (optional 420mm Carbon Silicon Carbide, cross drilled)
Rear 335mm ventilated discs (optional 356mm, Carbon Silicon Carbide, cross drilled)
Wheels and Tyres
Wheels 9.5J x 21”
Tyres 275/35 ZR21
Steering
Type Rack & pinion, power assisted, speed-sensitive ZF servotronic
Turns lock-to-lock 2.6 turns
Turning circle 11.3 m
Suspension
Front Four link double wishbones, computer controlled self-levelling air suspension, with anti-roll bar
Rear Trapezoidal multi-link, computer-controlled self-levelling air suspension, with anti-roll bar
Damping Continuous Damping Control, tuned for dynamic performance
Dimensions
Wheelbase 2746 mm / 108.1 in
Overall length 4806 mm / 189.2 in
Width (across body) 1944 mm / 76.5 in
Width (inc. mirrors) 2227 mm / 87.7 in
Overall height 1393 mm / 54.8 in 1394 mm / 54.9 in
Fuel tank 90 litres / 20 gallons / 24 US gallons
Boot volume 260 / 9.18 cu ft 358 litres / 12.6 cu ft
Kerb weight (EU) 2495 kg / 5500 lb 2320 kg / 5115 lb
Gross vehicle weight 2900 kg / 6393 lb 2750 kg / 6063 lb
Performance
Top speed 202 mph / 325 km/h 205 mph / 330 km/h
0-60 mph 4.1 secs 4.0 secs
0-100 mph 9.7 secs 9.0 secs
0-100 km/h 4.4 secs 4.2 secs
0-160 km/h 9.7 secs 9.0 secs
Fuel Consumption (EU cycle)*
Urban 12.5 mpg (22.7 litres/100km) 12.7 mpg (22.2 litres/100km)
Extra Urban 27.2 mpg (10.4 litres/100km) 28.0 mpg (10.1 litres/100km)
Combined 19.0 mpg (14.9 litres/100km) 19.5 mpg (14.5 litres/100km)
CO2 emissions 347 g/km 338 g/km
Fuel Consumption (EPA cycle)**
City (US mpg) 12 13
Highway (US mpg) 20 20
Combined (US mpg) 15 15
Emissions Controls EU 5 and US LEV II
* Fuel consumption figures are provisional and subject to Type Approval.
** Fuel consumption figures are provisional and subject to EPA certification.

otomotif.kompas.com, automobilesreview.com

Tuesday, 1 January 2013

Honda S2000 Modulo Climax Tampil Di Tokyo Auto Salon 2013

Honda S2000 Modulo Climax
File foto: Honda S2000 Modulo Climax

Honda Perlihatkan Mobil Sport Baru Beberapa Hari Lagi

Tokyo Auto Salon akan menjadi saksi kelahiran mobil sport Honda S2000. Mobil yang sempat digemari di era 1990-an itu akan muncul kembali. Di Tokyo Auto Salon 11-13 Januari 2013 nanti Honda akan memajang S2000 Modulo Climax. Mobil yang berbasis dari S2000 ini akan memiliki desain aeroform dan interior keren dengan balutan warna hitam dan burgundy. Sayang Honda dalam siaran persnya tidak menyebutkan lebih ditel lagi soal roadster itu. Honda hanya menyebutkan S2000 akan menghiasi booth Honda di Tokyo Auto Salon 2013 bersamaan dengan mobil kecil N-ONE modulo Style dan CR-Z versi Mugen.

Sebelumnya Honda mengakhiri produksi S2000 pada 2009 lalu. Honda S2000 merupakan sebuah roadster yang diproduksi Honda pada era 1999-2009 lalu. Bodinya mengingatkan kita pada Mazda MX-5. Sesuai namanya, mesinnya menggunakan mesin 2.000 cc. Sebelumnya dilaporkan Honda akan membuat penerus dari Honda S2000.

Dilansir Automotive News, para product planner Honda Amerika sudah merayu rekan-rekan mereka di Jepang agar memuluskan hal ini. Dengan munculnya konsep S2000 terbaru di Jepang, siapa tahu mobil ini bakal segera diproduksi lagi oleh Honda.

oto.detik.com

Sepeda Motor Listrik Frog eBike, Futuristik Dan Berbodi Bolong

Frog eBike
File foto: Frog eBike

Ini Jadinya Kalau Perancang Apple Macintosh Merancang Motor

Dilihat dari tampangnya, motor ini memang tampak sangat nyeleneh dan tidak terpaku pada pandangan umum yang ada sekarang. Ya, karena itulah yang terjadi ketika rumah desain yang mendesain Apple Macintosh pertama disuruh untuk mendesain motor.

Motor listrik ini dinamakan Frog eBike yang merupakan hasil rancangan rumah desain Frog Design. Rumah desain inilah yang dikatakan pertama kali mendesain Apple Macintosh hingga akhirnya bentuk dan rupanya disukai. Untuk Frog eBike, orang yang merancangnya adalah Jin Seok Hwang yang merupakan salah satu senior desainer di Frog. Jin Seok merancang motor ini dalam level baru bila dilihat dari sisi bentuk dan fungsionalitasnya. Lihat saja bagian tengah motor yang tampak kosong. Ruang ini biasanya merupakan tempat mesin konvensional ditempatkan pada motor konvensional. Jin Seok mengatakan dengan adanya lubang ini, maka bobot motor pun bisa direduksi selain dari masalah estetika desain.

Desain motor Frog eBike ini makin dramatis berkat lengan ayun yang langsung dihubungkan dengan roda belakang yang juga berhubungan dengan mesin listrik yang mendapat tenaga dari baterai yang ditempatkan di bawah frame motor agar motor bisa stabil karena pusat gravitasi motor jadi lebih rendah. Di stangnya terdapat layar OLED yang mampu memberikan semua data yang dibutuhkan pengendara sembari terus menghubungkan motor ini dengan sistem cloud. Ada pula sistem yang mendeteksi gerakan kepala dan retina mata pengendara untuk melihat sejauh mana konsentrasi si pengendara.

oto.detik.com